Informasi
Selamat datang di website SMKN 2 Blitar • Tanggal 25 Agustus Libur Memperingati hari maulid Nabi Muhammad SAW | • Selamat datang di website SMKN 2 Blitar • Tanggal 25 Agustus Libur Memperingati hari maulid Nabi Muhammad SAW | •
Desain dan Produksi Busana (DPB)
Logo Desain dan Produksi Busana (DPB)

PROFIL, VISI, DAN MISI

KONSENTRASI KEAHLIAN DESAIN DAN PRODUKSI BUSANA ( DPB )

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK)


A. Profil Program Keahlian

Konsentrasi Keahlian Desain dan Produk Busana dibuka pada tahun 2003. Awal mula berdirinya Konsentrasi Keahlian ini diberi nama Tata Busana, kemudian berubah menjadi Busana Butik. Akan tetapi dengan adanya pergantian kurikulum menjadi Kurikulum 2013 (K13), nama Konsentrasi Keahlian kembali pada Tata Busana. Mulai tahun 2022 dengan penerapan kurikulum "Merdeka" Konsentrasi Keahlian Tata Busana berubah menjadi "Desain dan Produk Busana". Konsentrasi Keahlian Desain dan Produk Busana mengajarkan pada siswa tentang life skill atau keterampilan hidup sehingga pada praktiknya kita menghasilkan produk busana yang siap pakai. Kami mengajarkan pengetahuan dan keterampilan di bidang busana mulai dari mendesain, membuat pola, menjahit, pressing dan mengawasi mutu busana. Selain itu kami juga mengajarkan pengetahuan tentang bahan tekstil, desain busana, teknologi busana dan menghias busana. Sedangkan pada materi pengembangan kami mengajarkan tentang busana industri / Garment Industri.


B. Visi

“Menghasilkan tenaga kerja berprestasi, bertakwa, berbudi pekerti, peduli dan mandiri.”


C. Misi

1. Menumbuhkan ketakwaan dan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2. Menumbuhkan semangat gotong royong dan kerja tim.

3. Menerapkan program life skill untuk dapat berwirausaha secara mandiri dalam era ekonomi kreatif


D. Ruang Lingkup Pembelajaran

Pembelajaran tidak hanya berfokus pada teknis menjahit, tetapi mencakup seluruh ekosistem produksi busana dari hulu ke hilir:

• Pra-Produksi: Meliputi pengetahuan bahan tekstil, desain busana (estetika dan anatomi), serta pembuatan pola manual maupun digital.

• Produksi: Teknik menjahit tingkat lanjut, pressing (penyelesaian akhir), dan menghias busana (embroidery, payet, dll).

• Manajemen Industri: Mempelajari sistem Garment Industry, pengawasan mutu (Quality Control), dan alur kerja busana industri. 

• Kewirausahaan: Pengembangan unit usaha mandiri seperti rumah jahit, butik, dan  konveksi. 


E. Peluang Kerja 

Peluang kerja bagi lulusan Desain dan Produk busana bisa menciptakan lapangan pekerjaan secara mandiri (mendirikan rumah jahit dan permak). Kemudian bisa juga  sebagai penjahit konveksi atau operator jahit pada industri garmen.  Konsentrasi Keahlian Desain dan Produk busana bermitra dengan dunia industri yang  bergerak pada bidang yang sama yaitu Rumah Jahit, Butik, Konveksi di sekitar Blitar Raya  dan Garment PT Pan Brother di Sragen-Solo. 


F. Karakter yang Dikembangkan 

Sesuai dengan visi dan misi yang tercantum, karakter yang dibentuk melalui pembelajaran  mendalam meliputi: 

  • Kreativitas & Kemandirian: Siswa didorong untuk menciptakan produk dari ide  orisinal hingga menjadi produk siap pakai yang memiliki nilai ekonomi.
  • Ketelitian & Disiplin: Karakter ini tumbuh melalui praktik pembuatan pola dan  menjahit yang menuntut presisi tinggi serta standar mutu industri. 
  • Kolaborasi (Gotong Royong): Dikembangkan melalui simulasi kerja tim di lingkungan  laboratorium menjahit yang menyerupai atmosfer kerja di industri garmen.
  • Integritas & Etika: Melalui poin "berbudi pekerti" dan "bertakwa," siswa diarahkan  untuk menjadi tenaga kerja yang jujur dan bertanggung jawab terhadap profesinya.
  • Adaptabilitas: Kemampuan menyesuaikan diri dengan tren busana yang dinamis dan  teknologi busana yang terus berkembang. 


G. Penutup 

Sebagai kesimpulan, Desain dan Produksi Busana adalah pilihan tepat bagi individu yang  ingin menguasai ekosistem busana secara menyeluruh—dari konsep desain hingga  manajemen industri. Kami hadir untuk membekali siswa dengan life skill yang mumpuni,  karakter yang kuat, dan kesiapan kerja yang nyata demi mewujudkan kemandirian  ekonomi di era modern.